Warta Minggu Ini
ML PADA MASA COVID

“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”

(Roma 5: 5)

Kita telah lebih dari dua bulan menjalani aktivitas di rumah. Pada dua minggu pertama bekerja di rumah, kita masih sibuk dengan berbagi berita seputar virus ini di group-group sosial media kita. Semakin lagi, kita semakin bosan dan kadangkala menantikan kapan kita dapat menjalani aktivitas normal seperti dulu. Sementara angka penderita Covid-19 masih terus bertambah dari minggu ke minggu. Tentu saja, kondisi ini bukan hanya menggelisahkan tapi juga bisa melenyapkan harapan kita ketika kita belum melihat perubahan yang baik.

Sebagai orang beriman kita diajarkan untuk tetap memiliki pengharapan. Rasul Paulus menyerukan kekuatan untuk tetap percaya bahwa harapan kepada Allah tak mengecewakan. Seberat apapun kondisi kita, Roh Kudus yang ada di dalam kita senantiasa membuat kita terus berharap tentang hidup dan masa depan. Orang yang memiliki pengharapan akan mampu menemukan dan melakukan ML (Meaningful Life) di masa Covid-19 masih berlangsung.

Menemukan dan melakukan ML di masa ini mulailah dengan yang sederhana. Salah satunya adalah melakukan kebaikan bagi orang lain semampu kita. Misalnya saja, ingatlah para guru kursus anak-anak kita yang mungkin berkurang penghasilannya ketika aktivitas kursus dihentikan. Mungkin selama ini mereka hanya bergantung hidup dari mengajar, dan ketika semuanya berhenti mereka memerlukan bantuan kita. Kebaikan lain, misalnya kita dapat membantu tim medis atau pemerintah dengan tetap tinggal di rumah, menjaga kesehatan diri sendiri sekalipun kita merasa bosan berada di rumah terus menerus.

ML lainnya adalah melakukan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan hobi kita, namun selama ini tak pernah kita lakukan karena kesibukan bekerja di luar rumah. Mungkin saja sebelum pemberlakukan WFH kita merindukan bisa memasak, menjahit, berkebun, bermusik, merapikan rumah dan sebagainya; dan kita punya banyak waktu untuk melakukannya sekarang. Apalagi, hobi kita kemudian dapat menambah penghasilan keluarga kita. Mungkin saja suatu saat kita dapat menambah penghasilan dari keahlian kita itu atau membantu orang lain dengan mengajarkan keterampilan kita.

Satu hal yang pasti memiliki ML di masa Covid-19 ini akan memberi kebahagiaan kita. Saat kita melakukannya, kita percaya Allah ada bersama kita dan membuat hidup ini semakin indah dengan tindakan kasih yang sederhana namun berdampak besar bagi diri sendiri dan orang lain. Kiranya Tuhan memberkati kita.

(Yunita Randanan)

NILAI-NILAI PELAYANAN INTERGENERASIONAL (3) : KETERLIBATAN
“Adapun Samuel menjadi pelayan di hadapan TUHAN; ia masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan baju efod dan kain lenan” (1...