“Lebih baik berlindung pada TUHAN daripada percaya kepada manusia”. (Mazmur 118: 8)
31 Juli 2023. Pada senin pagi, hari itu adalah minggu kedua setelah saya memasuki semester 1 kelas 4 (empat) SD. Pada pagi itu semuanya berjalan lancar. Sampai jam 07.30 WIB, sekolah kami mengadakan upacara bendera. Awalnya pelaksanaan upacara bendera tersebut berjalan dengan baik-baik saja, lalu saat upacara hampir selesai tiba-tiba guru kami, wali kelas kami, maju ke depan. Saya dan teman-teman saya pun kebingungan. Sampai akhirnya guru kami mengatakan bahwa hari itu adalah hari terakhirnya bekerja di sekolah kami. Suasana menjadi sedih, banyak murid di sekolah saya yang menangis juga, termasuk saya.
Sepulang sekolah, masih di hari yang sama, kebetulan pada hari itu saya menginap di rumah kakek dan nenek saya, karena orangtua saya yang beberapa hari itu sedang berobat ke rumah sakit. Ayah saya membutuhkan perawatan di rumah sakit karena didiagnosa terkena penyakit kanker lidah, dan ibu saya yang menemani ayah saya berobat. Saat ini ayah sedang berada di rumah, hanya bisa berbaring di tempat tidurnya.
Singkat cerita, malam itu saya, kakak lelaki saya, dan nenek saya pergi ke rumah untuk melihat ayah. Saat itu, ayah terlihat baik-baik saja, walau sedang lemas. Beberapa jam kemudian, saya, kakak lelaki saya, dan nenek saya kembali ke rumah nenek lagi, dan bersiap-siap untuk tidur. Saat saya dan nenek sudah terbaring di tempat tidur, nenek tiba-tiba bertanya kepada saya, “Kalau nanti ayahmu meninggal, kamu gimana ya?”. Ujar nenek. Saat ditanya seperti itu, saya hanya terdiam. Tiba-tiba dari lantai atas paman saya dan kakak lelaki saya turun ke bawah dengan terburu-buru dan pergi keluar rumah. Saya dan nenek saya yang kebingungan mulai merasa cemas.
Beberapa menit kemudian, paman dan kakak lelaki saya kembali dan mengatakan bahwa ayah lemas. Mendengar hal itu, saya dan nenek saya bergegas untuk pergi ke rumah. Sesampainya di rumah, kami mendapat kabar bahwa ayah sudah tiada. Beberapa bulan setelah kejadian yang tidak menyenangkan tersebut, tepatnya pada akhir Desember 2023 mendekati tahun baru, saya dan kakak lelaki saya yang sedang berada di rumah tante saya mendapat kabar bahwa ibu kami pergi meninggalkan saya dan kakak saya, dan tidak ingin merawat kami berdua. Pada saat itu, kami bersyukur karena masih ada keluarga dari ayah kami yang mau merawat dan bertanggung jawab untuk kami.
Setelah tahun baru, saya dan kakak lelaki saya mulai tinggal bersama keluarga ayah. Kami dirawat dengan baik dan dijaga. Tetapi, kami juga tetap harus menjadi anak yang mandiri dan bisa menjaga diri sendiri. Mungkin keadaan membuat kita tidak bisa apa-apa, tapi dari momen-momen tersebut, saya belajar untuk tidak bergantung kepada manusia, tetapi tetap mengandalkan Tuhan dalam keadaan apapun. Ayat Alkitab yang membuatku kuat adalah Mazmur 118:8, “Lebih baik berlindung kepada Tuhan, daripada mengandalkan manusia.” (versi Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari). Jadi, tetaplah mengandalkan Tuhan dalam kondisi dan permasalahan apapun.
(NN)