JANGAN ABAIKAN BISIKAN TUHAN

“Janganlah menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna.”
(Roma 12: 2)


Sering kali kita berpikir bahwa kehendak Tuhan hanya dinyatakan melalui peristiwa-peristiwa besar. Padahal, Tuhan juga dapat menuntun kita melalui dorongan yang lembut ketika hati dan pikiran kita terus diperbarui oleh Firman-Nya.

Saya pernah mengalami hal yang sederhana, tetapi sangat membekas. Ada seorang rekan yang sebenarnya sudah lama tidak saya pikirkan. Suatu pagi, tibatiba namanya terlintas di benak saya. Bersamaan dengan itu muncul dorongan untuk membantunya dalam bentuk dana. Saya mengabaikannya karena menganggap itu hanya pikiran biasa.

Namun, siang harinya nama yang sama kembali muncul. Keesokan harinya, untuk ketiga kalinya nama itu terlintas dalam pikiran saya. Saat itulah saya berhenti dan berdoa. Saya bertanya, “Tuhan, apakah Engkau sedang menggerakkan hati saya untuk melakukan sesuatu?” Dengan iman, saya memutuskan menemui rekan tersebut dan memberikan bantuan.

Betapa terkejutnya saya ketika ia bercerita bahwa selama hampir satu minggu ia terus berlutut memohon pertolongan Tuhan. Persediaan uangnya hampir habis, sementara ia tidak tahu bagaimana membeli susu untuk anaknya. Air mata pun mengalir. Saya menyadari bahwa Tuhan telah lebih dahulu bekerja. Saya hanyalah alat kecil yang dipakai-Nya untuk menjadi jawaban atas doa seorang anak Tuhan.

Pengalaman itu mengajarkan saya bahwa kehendak Tuhan sering kali tidak datang dalam cara yang spektakuler. Ia menggerakkan hati kita untuk mengasihi, peduli, dan menolong sesama. Tentu, tidak setiap pikiran berasal dari Tuhan. Karena itu, setiap dorongan perlu diuji dengan Firman, dibawa dalam doa, dan dilihat apakah menghasilkan kasih, damai sejahtera, dan kemuliaan bagi Tuhan.

Hari ini, mungkin Tuhan sedang mengingatkan kita akan seseorang yang perlu dihubungi, didoakan, dikunjungi, atau ditolong. Jangan terlalu cepat mengabaikan dorongan itu. Bila semuanya selaras dengan Firman Tuhan, melangkahlah dalam ketaatan. Siapa tahu, melalui langkah sederhana kita, Tuhan sedang menjawab doa seseorang yang telah lama menanti pertolongan-Nya.

(Pnt. Fidya Ningsih D.)

45 MENIT YANG MENGUJI DAN MENGUATKAN IMAN
“Janganlah khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan...