Warta Minggu Ini
EMPATI: MUJIZAT HATI

“Sebab, rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.”

Yesaya 55: 8 (TB2)


Beberapa bulan yang lalu, aku mengalami perjumpaan mendalam dengan Tuhan. Perjumpaan itu membuatku kagum akan cara misterius Tuhan saat bekerja dalam hidup kita. Aku telah mempersiapkan hati dan jiwaku untuk menghadapi ujian. Akan tetapi aku menghadapi kegagalan walaupun aku sudah berusaha sebaik mungkin. Kekecewaan itu sangat besar, dan aku mendapati diriku mempertanyakan kemampuanku dan rencana Tuhan bagiku. Di tengah keputusasaan, aku mencari penghiburan, dan tanpa diduga, aku menemukannya dalam wujud seorang sahabat.

Saat aku curhat kepada temanku, menumpahkan rasa frustasi dan air mataku, aku merasakan perasaan damai yang tak dapat kujelaskan. Perasaan itu menyelimuti diriku. Dalam kehadiran mereka, aku merasakan sentuhan Tuhan yang menenangkan, sebuah pengingat yang lembut bahwa bahkan di saat-saat kegagalan, Dia ada di sana. Ia menawarkan kenyamanan melalui orang-orang yang Dia tempatkan dalam hidup kita. Mau tak mau aku berpikir bahwa Tuhanlah yang mengatur pertemuan ini, menggunakan temanku sebagai wadah kasih dan dukungan-Nya.

Sambil menangis, aku menemukan kebenaran yang mendalam bahwa Kasih Tuhan diwujudkan melalui hubungan antar manusia. Sama seperti Dia mengutus anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus, untuk membawa harapan dan keselamatan bagi dunia, Dia juga mengutus orang-orang biasa untuk mengangkat dan menguatkan kita pada saat kita membutuhkan. Melalui dukungan dan tatapan yang penuh pengertian dari teman saya, saya melihat betapa dalamnya belas kasih Tuhan. Saya menyadari bahwa kehadiran-Nya tidak hanya dirasakan melalui mukjizat-mukjizat besar namun juga melalui sikap empati dan pengertian yang lembut dari orang-orang di sekitar kita.

Pengalaman ini memperdalam imanku, mengingatkanku bahwa rencana Tuhan melampaui pemahamanku. Meskipun aku tidak selalu memahami alasan di balik pergumulanku, aku percaya bahwa Tuhan membimbingku, membentuk karakterku, dan menuntunku menuju tujuan yang lebih besar daripada kegagalan yang aku hadapi. Hari ini, aku bersyukur karena kasih Tuhan selalu hadir, menjangkau kita melalui tangan dan hati mereka yang peduli pada kita.

Di saat-saat putus asa, aku yakin Tuhan menyertaiku, bekerja melalui orang-orang yang kutemui, memberikan kenyamanan, dan membimbingku melalui tantangan hidup. Aku menemukan kekuatan hingga aku menyadari bahwa di saat-saat terlemahku, kasih Tuhan bersinar terang, menerangi jalanku dan mengisi hatiku dengan pengharapan.

Kyandra Sutjiono

DAMPAK JANGKA PANJANG
“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau,...