Warta Minggu Ini
TUHAN YANG MEMBAWA KEMENANGAN

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yesaya 41: 10)


Ini adalah kisahku sebagai atlet renang selama ini. Aku adalah seorang atlet renang sejak kelas 3 SD. Aku sudah berlatih sejak umur 3 tahun, aku juga sudah melewati banyak sekali lomba, ada yang menang dan ada juga yang kalah. Aku tidak menyangka bahwa aku akan sampai sejauh ini, yaitu atlet provinsi. Mungkin aku hampir berhenti berenang saat ini, tetapi aku tetap melanjutkan berenang, karena orang-orang disekitarku yang menyemangatiku, orangtuaku yang terus mendukung, dan yang pastinya karena Tuhan telah memberkatiku.

September 2025, itu adalah waktu di mana aku hampir berhenti berenang. Saat itu aku mengikuti suatu lomba, sejak awal lomba, aku sudah tidak percaya diri. Aku terus berkata “Tubuhku terasa sangat lemas”, “Aku tidak akan mendapat hasil yang bagus”, “Aku tidak yakin bisa melanjutkan lomba ini”, “Tuhan pasti tidak menyertaiku hari ini”. Dan hasilnya? Waktuku menjadi semakin buruk, aku tidak menang, dan aku sangat kecewa pada diriku sendiri. Aku bertanya pada diriku sendiri “Apakah aku berhak lanjut berenang? Apakah aku sudah mencapai batasnya? Apakah Tuhan masih menyertaiku?” Aku tidak tahu jawaban dari satupun pertanyaanku.

Sekitar seminggu kemudian, ada suatu lomba renang lagi, dan hal serupa terjadi, tetapi lebih buruk. Aku mengatakan hal yang sama pada awal dan akhir lomba, ditambah dengan waktuku yang semakin buruk. Aku berkata kepada diriku “Shalom, seberapa bodohnya kamu sehingga kamu mengulangi kesalahanmu?”. Setelah lomba tersebut selesai, aku melanjutkan latihan seperti biasa. Hal yang membuatku terkejut adalah bahwa semua perkataanku tidak hanya mempengaruhi performa lombaku, tetapi ternyata juga mempengaruhi performa latihanku. Aku tidak dapat berkata apa-apa setelah menyadari hal tersebut. Aku merasa pasrah, putus asa, sampai aku bertanya kepada Tuhan “Tuhan, Engkau kemana saja? Apa
salahku sampai Engkau meninggalkanku?” Sejak saat itu, aku tidak berani mengikuti lomba renang apapun.

Pada suatu malam, aku ingin menyegarkan otakku agar bisa berpikir jernih. Aku pun mengambil Alkitabku dan membukanya dengan tujuan membaca kitab apapun yang muncul pertama. Lalu mataku tertuju pada Yesaya 41: 10, ada kutipan yang berisi: “Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” Entah mengapa ayat tersebut sangat menyentuh bagiku. Aku pun tersadar bahwa selama ini aku gagal karena tidak mengandalkan Tuhan dalam semua lombaku, aku terlalu mengandalkan diriku sendiri. Lalu aku mulai lanjut latihan untuk lomba berikutnya, kali ini lebih semangat dan lebih mengandalkan Tuhan. Berkat didikan coach, orangtua yang mendukungku, dan orang sekitarku yang menyemangatiku, aku pun siap untuk lomba berikutnya.

November 2025, waktu di mana lomba paling menegangkan dimulai. Tentu saja aku tegang, namun kali ini aku lebih percaya diri sebab aku mengetahui bahwa Tuhan akan menyertaiku kali ini. Dan hasilnya? Aku lolos dari semua time limit yang diberikan. Walaupun aku tidak menang, aku tetap bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena telah menyertaiku. Sejak lomba tersebut, aku selalu mengandalkan Tuhan dalam semua keadaan, sampai sekarang dan sampai akhir hayat hidupku.

(Shalom)

OPTIMIS
“Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang...