Warta Minggu Ini
SUDAHKAH YANG TERBAIK ‘KUBERIKAN?

“Akulah Gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” (Yohanes 10: 11)


(Sebuah kisah rekaan). Seorang anak mengingatkan orang tuanya untuk bergegas berangkat ibadah ke gereja, “nanti kita terlambat lho.” Ujar si anak. Ayahnya menjawab “Nak, Tuhan melihat hati, yang penting kita sudah niat untuk pergi ibadah hari ini.” Si anak terdiam. Beberapa saat kemudian, si ibu melihat anaknya melipat uang untuk persembahan hingga jadi lipatan kecil, si ibu langsung menegur “Jangan dilipat begitu uangnya, kalau kasih persembahan harus yang terbaik, rapi nggak kucel.” Anaknya menjawab “Bu, kata ayah kan Tuhan melihat hati, yang penting sudah niat memberi persembahan.”

NKB.199 – Sudahkah yang Terbaik ‘Kuberikan? Ketika telah menerima begitu banyak dari Tuhan? Bangun dengan kondisi sehat mungkin sudah teramat biasa dan tidak akan masuk daftar kebaikan Tuhan yang diterima. Masih memiliki pekerjaan, mampu menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak mungkin juga sudah biasa, untuk dimasukkan ke dalam daftar kebaikan Tuhan kok sepertinya tidak spektakuler. Masih bisa ‘rutin’ bergereja dan memberi persembahan juga apa bisa masuk dalam daftar kebaikan Tuhan? Andai ternyata semua itu masuk daftar ingatan kita akan kebaikan Tuhan, apakah ada catatan tambahan, ternyata aku sudah menerima terlalu banyak hal baik dari Tuhan, aku mestinya bisa memberikan lebih banyak hal baik yang menyenangkan hati Tuhan.

Yohanes 10:11 menggambarkan bagaimana Yesus menempatkan diri-Nya sebagai Gembala yang memberikan nyawa-Nya untuk domba-domba-Nya. Tak sekadar pemberian yang baik, tapi terbaik. Domba-domba-Nya jadi aman dan selamat dalam perlindungan Gembala yang baik ini. Dan kita adalah domba-domba-Nya. Ya, kita amat meyakini Tuhan melihat hati. Tapi Dia juga melihat bagaimana hati kita memperlakukan dan menghormati orang lain bisa jauh lebih baik dari kita memperlakukan dan menghormati Tuhan. Kita takut terlambat jika janji temu akan menentukan penilaian kinerja di kantor dan prestasi di sekolah. Kita akan menyiapkan uang baru, rapi dalam amplop yang indah ketika memberi kepada anak-anak di hari raya Imlek misalnya. Apakah tidak seharusnya Tuhan menerima jauh lebih baik lagi untuk pengorbanan-Nya memelihara kehidupan, mengampuni dan menyelamatkan kita?

Begitu banyak waktu yang terluang
sedikit ‘ku b’ri bagi-Nya
Sebab kurang kasihku pada Yesus;
mungkinkah hancur pula hati-Nya?
Berapa yang terhilang t’lah kucari
dan ‘ku lepaskan yang terbelenggu?
Sudahkah yang terbaik ‘ku berikan
kepada Yesus Tuhanku

( Pnt. Sailorina Herawanni)

SIAPA BILANG YESUS HANYA DIAM?
“Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang...