Warta Minggu Ini
ZAKHEUS: MENCARI ATAU DICARI?

“Sebab, Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Lukas 19: 10)


Suatu hari di tahun 2021, kepolisian Turki mendapat laporan tentang seorang warga bernama Beyhan Mutlu, yang hilang di tengah hutan. Pasukan dan warga sekitar pun dikerahkan untuk mencarinya. Di tengah pencarian tersebut, seorang pria tiba-tiba ikut bergabung dalam tim pencarian. Setelah sekian lama, pria tersebut mendengar namanya dipanggil-panggil. Ternyata ialah Beyhan yang hilang. Ia ikut mencari tanpa menyadari, bahwa dirinyalah yang dicari-cari.

Di dalam Alkitab, kita tentu mengenal kisah Zakheus, seorang pemungut cukai di Yerikho. Suatu hari ia mendengar bahwa Yesus datang melintasi kota Yerikho. Ia pun bergegas keluar dan berusaha mencari Yesus. Ia berjuang menghadapi tantangan dari dalam diri (badannya yang pendek) maupun dari luar diri (orang banyak yang menghalangi jalannya). Perjuangannya bukan hanya membuatnya berjumpa dengan Yesus, tapi juga mengubah hidupnya.

Seperti Bayhan Mutlu, Zakheus berpikir ialah yang mencari Yesus. Namun tanpa disadari sesungguhnya ialah yang dicari. Ayat bacaan hari ini mengingatkan bahwa Yesus sendirilah yang terlebih dahulu berinisiatif untuk datang dan mencari kita yang terhilang, termasuk Zakheus. Yesus datang di saat Zakheus masih berdosa, bahkan menumpang di rumahnya. Anugerah ini mendahului pertobatan dan perubahan radikal dalam hidupnya. 

Saudara terkasih, apakah yang kita cari dalam hidup ini? Apa yang menjadi kerinduan tertinggi kita? Seperti Zakheus, manusia hidup selalu mencari sesuatu. Entah itu kekayaan, rasa aman, popularitas, ketenangan, arti hidup. Zakheus yang selama ini mencari kekayaan dan keuntungan diri dalam hidupnya, namun ia tetap mengalami kekosongan. Dan sama seperti
Zakheus, tanpa kita sadari, sesungguhnya kitalah yang hilang arah dan perlu dicari. Karena itu seluruh pencarian itu tidak akan menemukan jawabannya sebelum kita berjumpa secara pribadi dengan Yesus. Perjumpaan yang menjawab semua pencarian dan pertanyaan hidup kita. Perjumpaan yang membuat kita menemukan makna hidup yang sejati. Seperti Zakheus yang akhirnya mengalami perubahan makna hidup, membuatnya rela menyerahkan miliknya kepada orang miskin dan orang yang ia peras (ay. 8). Semua yang dulu ia anggap berharga, kini ia anggap tidak ada artinya karena pengenalannya akan Kristus.

Kiranya kita sungguh-sungguh mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Yesus, yang terlebih dahulu berinisiatif mencari dan menyelamatkan kita.

(Illona Farolan)

GBU
“Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata...