“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kemurnianmu.”
(1 Timotius 4: 12 – TB2)
Sedikit backstory, sebelumnya saya belum pernah melayani di GKI Kayu Putih selain menjadi pemusik di Komisi Remaja GKI Kayu Putih. Jadi, untuk program-program SHIELD yang lain saya sama sekali tidak tahu menahu. Namun, saya suka sekali mendesain di Photoshop. Sejak umur 15 tahun saya sudah mengulik sedikit aplikasi ini. Apa saja yang bisa divisualisasikan di pikiran, saya akan tuangkan di dalam Photoshop. Misalkan, saya membuat profile picture untuk grup Whatsapp, atau membuat poster yang bertemakan tur musik fiksi. Saya suka sekali mengembara di dalam Photoshop.
Kemudian, SHIELD Kaput datang dengan Youth Fest 2023. Pertama kali saya mendengarnya, saya berpikir bahwa event ini akan berlalu begitu saja, hanya sebuah acara pengisi kalender gereja, pikir saya. Terbuka untuk semua kalangan umur? Memangnya bakal ada yang ikut? pikir saya.
Saat itu, saya sedang pelayanan pemusik bersama Freya, wakil ketua dari Youth Fest 2023. Sedikit ngeblur tentang bagaimana prosesnya, tapi saya akhirnya direkrut oleh Youth Fest di bidang desain. Dengan pengalaman yang bisa dibilang nihil, saya dengan malu-malu bergabung dengan tim desain yang diketuai oleh Kak Abigail.
Bekerja sendiri sangat berbeda dengan bekerja dalam tim, ada deadline, ada tanggung jawab masing-masing. Pertama, saya harus belajar menggunakan aplikasi lain, seperti Canva, untuk membuat desain yang dapat diedit oleh anggota tim lainnya. Kedua, masing-masing anggota diberi workload sendiri-sendiri. Saya baru tahu seberapa susahnya membagi waktu untuk mendesain dan memberi gap waktu untuk revisi dan perbaikan akhir. Ketiga, karena ada periode di mana saya tidak bisa terlalu mengurus Youth Fest, akhirnya anggota-anggota lainnya yang jadinya mengisi tugas saya, dan saya sangat meminta maaf.
Tapi, melihat Youth Fest berjalan dengan berbagai rangkaian kegiatannya, saya jadi tersadar bahwa Komisi Muda bisa merengkuh banyak kalangan dan golongan yang terdapat dalam GKI Kayu Putih. Meskipun saya awalnya meragukannya terlebih dahulu, ternyata saya juga ikut menikmatinya dan malah menanti-nantikan program apa yang diadakan selanjutnya.
Saya teringat ayat dari 1 Timotius 4: 12 – TB2, “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kemurnianmu”. Saya percaya melalui Youth Fest ini, saya belajar bahwa tidak harus takut menjadi pembawa terang Tuhan meskipun saya masih muda, dan saya tidak perlu khawatir tentang apapun juga. Tuhan memberkati kita semua, Amin.
Julian Regahanta