Warta Minggu Ini
Y.O.L.O (You Only Live Once)

“…namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”
(Galatia 2 : 20a)

Istilah Y.O.L.O yang berarti “anda hanya hidup sekali,” sekarang ini cukup sering kita dengar, di kalangan anak-anak muda. Kadang istilah ini dipahami dengan konotasi negatif, yaitu sebagai pembenaran untuk dapat melakukan hal-hal yang tidak semestinya. Mumpung hidup hanya satu kali, maka kita dapat menggunakan hidup ini dengan semaunya dan seenaknya saja. Pemahaman seperti ini tentunya sangatlah keliru. Apabila kita memahami istilah ini dengan konotasi positif maka kita akan bertanya pada diri kita sendiri: apa yang harus kita lakukan dalam hidup kita yang hanya sekali ini? Sudah pasti kita ingin menikmati hidup yang kita jalani ini.

Setiap orang memiliki pandangan dan cara yang berbeda dalam menikmati hidup. Ada yang berpikir bahwa hidup ini hanya dijalani satu kali, oleh karena itu kita wajib untuk menikmati dan menjalaninya dengan sekehendak hati kita. Ada orang yang mengisi hidupnya dengan berpesta pora, atau dia mengisinya dengan bekerja keras. Ada pula yang mengisi hidup ini dengan makan apa saja yang dia suka atau bahkan ada yang hanya membiarkan hidup ini dengan tidak melakukan apa-apa dengan alasan “just let it flows,” biarkan hidup ini mengalir apa adanya.

Bagaimana dengan kita sebagai orang Kristen? Apakah kita juga berpikir bahwa hidup ini harus dinikmati dan dijalani sekehendak hati kita? Di dalam Galatia 2 : 20a Rasul Paulus mengatakan, “…namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Rasul Paulus mengatakan ini dengan kesadaran bahwa hidupnya bukan sepenuhnya miliknya. Hidupnya sepenuhnya milik Tuhan. Melalui penebusan-Nya, hidup ini merupakan rangkaian karya Tuhan dan diri manusia. Yang hidup dalam diri kita, bukan hanya kita, tetapi juga Kristus.

Pertanyaan reflektif dari nasihat Paulus kepada jemaat Galatia adalah jika Kristus hidup di dalam kita, apakah kita akan membiarkan hidup kita berlalu begitu saja tanpa melakukan sesuatu yang berarti? Hidup kita adalah milik Tuhan yang dianugerahkan-Nya bagi kita. Kalau kita sungguh menyadari ini maka kita akan berusaha memahami kehendak-Nya dan melakukan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Kita tidak akan berusaha mencari kesenangan dan kenikmatan diri kita sendiri, melainkan kita berupaya menyenangkan hati Tuhan. Tuhan tidak melarang kita untuk menikmati hidup, hanya saja pada saat kita menikmatinya apakah kita memuliakan-Nya.

Kita baru saja melewati tahun 2015. Apabila kita menengok lagi perjalanan di sepanjang tahun 2015, kita dapat bertanya pada diri kita sendiri: bagaimana hidup kita selama ini? Apakah kita telah melewatinya dengan sukacita karena kita telah memuliakan nama-Nya? Di hidup kita yang hanya sekali ini jangan sampai kita menyesal di kemudian hari karena belum menjadi berkat bagi sesama kita. Padahal Kristus telah hidup dalam diri kita.

Alangkah indahnya jika kita bisa memasuki tahun 2016 ini dengan senantiasa menyadari bahwa Kristus hidup di dalam kita, sehingga kita akan terus berkarya agar hidup kita dapat bermakna bagi Tuhan dan sesama.
Selamat memasuki tahun 2016!

(Sylvana)

MENJADI KUAT DAN BERNILAI
“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka...