Warta Minggu Ini
WAKTU TUHAN PASTI YANG TERBAIK

“Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?”

(Roma 8: 24)

Pemberitaan pandemi Covid-19 menghiasi semua media sosial di seluruh dunia. Pandemi Covid-19 ini membuat semua makhluk di bumi ini menjadi khawatir, cemas bahkan ketakutan yang berlebihan. Beberapa orang menyikapinya dengan berbagai tindakan yang mengutamakan egoisme ketimbang bersama memikirkan bagaimana agar pandemi ini tidak menyebar semakin cepat. Beberapa waktu yang lalu, saya sempat ke supermarket untuk membeli sedikit kebutuhan rumah tangga, betapa saya terkejutnya ketika melihat pemandangan di depan mata saya, menyaksikan orang-orang yang memborong begitu banyak beras, indomie, dan kebutuhan lainnya. Percakapan mereka sangat mengganggu saya, karena mereka mengatakan bahwa lebih baik stok makanan ketimbang gak bisa makan jika pandemi ini tidak ada jalan keluarnya. Waspada dan mawas diri memang perlu kita lakukan, namun apakah perlu kita ketakutan berlebihan dan menimbun bahan makanan tanpa memikirkan orang lain.

Sebagai anak-anak Allah hendaknya kita terus belajar bahwa dalam setiap keadaan yang boleh kita hadapi, kita yakin dan percaya bahwa waktu Tuhan pasti yang terbaik, seperti lirik lagu di bawah ini yang sangat menguatkan saya dalam menyikapi pandemik Covid-19.

Bila Kau ijinkan sesuatu terjadi
Kupercaya semua untuk kebaikanku
Bila nanti telah tiba waktu-Mu
Kupercaya kuasa-Mu memulihkan hidupku
Reff :
Waktu Tuhan pasti yang terbaik
Walau kadang ‘tak mudah dimengerti
Lewati cobaan, ‘ku tetap percaya
Waktu Tuhan pasti yang terbaik

Lagu tersebut menolong saya belajar memahami kondisi ini dan hidup dalam harapan seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus. Kita tak pernah tahu sampai kapan semua ini akan berlalu, tetapi pengharapan hidup yang lebih baik, harus tetap ada dalam diri kita. Manusia boleh berencana namun tanpa kehendak Tuhan, semua yang kita rencanakan tidak akan terjadi dan percaya bahwa semua itu untuk kebaikan kita.

Marilah Saudara, kita tetap bertekun dalam doa dan berpengharapan di dalam Kristus, Sang Pemilik hidup kita. Biarlah kita bersama-sama bersatu hati berdoa agar pandemik segera teratasi dan makin banyak orang yang disembuhkan. Doa juga kita panjatkan tak hentinya untuk para tim medis yang dengan tekun dan setia melakukan tugas panggilannya untuk merawat para pasien. Kiranya Kasih Tuhan yang akan memulihkan bangsa-bangsa di dunia. Soli Deo Gloria.

 

(Kumalawati Abadi)

PERUNDUNGAN
“Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?” (Mazmur 56 : 9) Seorang...