“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.”
(1 Yohanes 3: 18)
Saat berlibur ke Jawa Tengah bersama keluarga, saya mampir ke Magelang untuk membeli wajik sebagai oleh-oleh bagi keluarga di Solo. Di depan saya mengantri sekitar lima orang. Tepat di depan saya, sepasang suami istri tampak berdiskusi cukup serius. Sang suami ingin membeli wajik, sedangkan istrinya mengusulkan getuk karena harganya hanya setengah dari harga wajik. Sisa uang itu, menurut sang istri, akan dipakai sebagai bekal perjalanan pulang mereka dengan sepeda motor.
Tanpa sengaja saya mendengar percakapan itu. Hati saya terusik. Ketika tiba giliran mereka, akhirnya sang istri berkata kepada penjual, “Getuk saja.” Saya melihat raut kecewa di wajah sang suami.
Saat giliran saya tiba, saya membeli oleh-oleh untuk keluarga, lalu menambahkan satu kotak wajik untuk pasangan tersebut. Setelah membayar, saya menghampiri mereka dan berkata, “Ini oleh-oleh untuk Bapak. Anggap saja saya teman Bapak.” Mereka terdiam. Sang bapak memandang saya dengan mata berkaca-kaca lalu berkata, “Apakah Ibu malaikat yang diutus Tuhan?” Saya tersenyum dan menjawab, “Tuhan begitu baik kepada saya. Saya hanya ingin berbagi sedikit kebaikan yang telah lebih dahulu saya terima dari-Nya.”
Wajah mereka dipenuhi rasa haru. Namun, pada saat yang sama, hati saya pun dipenuhi sukacita yang sulit diungkapkan. Saya merasakan seolah-olah sepotong kecil suasana surga hadir di sebuah toko sederhana. Tindakan kecil ini ternyata menjadi berkat yang besar bagi orang lain.
Pengalaman itu mengingatkan saya bahwa kasih Kristus paling nyata ketika diwujudkan dalam tindakan. Kita mungkin tidak mampu menyelesaikan semua persoalan orang lain, tetapi kita dapat menjadi jawaban Tuhan bagi satu pergumulan yang sedang mereka hadapi. Seperti yang dikatakan Yesus dalam Matius 5:16, biarlah terang kita bercahaya melalui perbuatan baik sehingga orang memuliakan Bapa di surga.
Hari ini, marilah kita belajar lebih peka terhadap bisikan Roh Kudus. Mungkin sebuah senyuman, perhatian, doa, atau pertolongan sederhana dapat membuat seseorang merasakan kasih dan kehadiran Kristus. Kasih yang diwujudkan dalam tindakan kecil sering kali menjadi kesaksian terbesar tentang kebaikan Tuhan.
(Pnt. Fidya Ningsih Djuwadi)