TAAT MENJALANKAN ATURAN

“Janganlah engkau lupa menuturkan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak dengan saksama sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan jaya.” (Yosua 1: 8)


Kitab Rut dalam Perjanjian Lama mengisahkan kehidupan Naomi, Rut, dan Boas. Kisah mereka meneladani salah satu sikap yang berkenan bagi Tuhan, yaitu ketaatan dalam melakukan aturan. Naomi hidup di Moab sebagai pendatang bersama Rut, menantunya. Di sana mereka berduka karena kehilangan suami serta mengalami krisis pangan. Saat hendak kembali ke Betlehem, Naomi menunjukkan kedewasaan sebagai ibu yang memahami adat istiadat (Rut 1: 8). Sebagai janda, ia menyarankan Rut pulang ke rumah ibunya. Naomi tampak memahami hukum Musa mengenai pernikahan levirat (Ulangan 25: 5-10). Meskipun berasal dari bangsa dan budaya yang berbeda, Rut berketetapan hati untuk tetap mengikut Naomi dan meninggalkan bangsanya (Rut 1: 15-17).

Setibanya di Betlehem, Rut bekerja memungut jelai di ladang Boas. Rut bekerja rajin, berbudi baik, serta santun. Ia mematuhi aturan penuaian yang tertulis dalam Imamat 19: 9-10. Awalnya Rut tidak mengenal Boas hingga Naomi menjelaskannya (Rut 2: 20). Naomi berharap Rut dapat menikah dengan Boas, orang kaya dan terpandang di Betlehem.

Saat mempersiapkan pernikahan tersebut, Boas menyambut niat baik Rut dengan bersyukur karena Rut memilihnya ketimbang pria yang lebih muda (Rut 3: 7-10). Meski demikian, Boas tidak larut dalam emosi. Demi menolong Naomi dan Rut, ia terlebih dahulu menanyakan kerabat yang paling berhak menebus tanah dan keluarga Naomi sesuai aturan tanah tebusan (Imamat 25: 23-25). Setelah kerabat tersebut menolak, barulah Boas mengambil hak penebusan itu. Mereka akhirnya menikah dan dikaruniai anak bernama Obed, kakek dari Raja Daud.

Naomi, Rut, dan Boas adalah pribadi yang taat pada aturan dan adat istiadat bangsanya. Keteladanan ini mengajarkan pentingnya generasi muda mempelajari dan menegakkan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan. Begitu pula dalam kehidupan saat ini, kita dipanggil untuk taat aturan sembari terus berdoa dan mempelajari Alkitab agar tindakan kita senantiasa selaras dengan firman Tuhan.

(Christian Obaja)

KIDUNG PASKAH
. . . . Kunyalakan lilin di hatiku, serindu aku padamu, kumaknai diriku untuk-Mu. Kujagai api di hatiku, lepaskan...