RADICAL LOVE

“Kasih itu sabar; kasih itu baik hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.” (1 Korintus 13: 4-5)


Summer camp mengajarkan arti mendalam tentang persahabatan, cinta, keluarga, dan Tuhan. Tema Radical Love benar-benar membentuk hatiku secara terbuka. Saya belajar perlahan menjadi diri sendiri, membangun kepercayaan diri, dan mengikis “topeng” yang selama ini saya kenakan. Saya mulai berani mengekspresikan luka tanpa harus menahannya sendirian. Saya sangat bersyukur bisa bergabung dan mendapatkan begitu banyak teman baru.

Awalnya, saya enggan ikut karena mengira acara ini membosankan dan biayanya cukup besar. Namun, terdorong oleh rasa jenuh akibat dinamika keluarga yang toksik serta beban mental yang saya pikul, saya akhirnya memutuskan untuk berangkat. Keputusan itu menjadi titik balik. Camp ini menyembuhkan saya melalui cara-cara yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Saya belajar tentang kasih sejati – kasih yang penuh kebenaran, pantang menyerah, dan abadi (1 Korintus 13: 4-8). Pengalaman paling berkesan terjadi saat sesi doa labirin. Awalnya saya merasa hampa, namun saat tiba pada pertanyaan “Apakah kamu sudah memaafkan dirimu sendiri?”, pertahanan diri saya runtuh. Tiba-tiba, rasa dingin malam berganti menjadi kehangatan yang nyata. Ada rasa nyaman dan perlindungan yang hadir mendekap hati saya. Saya yakin itu adalah dekapan hangat dari Tuhan. Hingga kini, kehangatan itu selalu hadir setiap kali saya berserah dalam doa.

Melalui proses ini, saya belajar memaafkan, peduli, berempati, serta berhenti memendam perasaan. Saya menyadari bahwa hidup saya berharga bagi Yesus dan orang-orang yang mengasihi saya. Bahkan untuk mereka yang menyakiti atau mengacuhkan saya, saya memilih untuk tetap mengasihi dan memaafkan. Meski semua ini masih berupa proses belajar, saya tahu saya bisa melewatinya bersama Tuhan.


(Keiko)

TETAP JADI ORANG BAIK
“Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!” (Filipi 4: 5) Baik itu sulit, iya sulit Sabar itu...