“Janganlah khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4: 6)
Kalau kita sedang berkecukupan, membaca Filipi 4:6 berulang-ulang pun ringan saja rasanya ya. Bahkan sambil tersenyum pun bisa. Bahkan, mempraktikkannya juga mudah. Tetapi bila keadaan tidak sedang baik-baik saja, praktiknya sulit bahkan membacanya juga berat sekali. Bahkan mungkin, kita dapat membacanya sambil berlinang air mata.
Hal inilah yang kerap aku alami ketika saldo tidak cukup membayar kebutuhan yang sudah masuk deadline. Atau saat hasil pemeriksaan dari penyakit yang dialami belum keluar. Atau mungkin juga, saat menerima kenyataan bahwa pertumbuhan anak tidak seperti yang diharapkan.
Kondisi-kondisi seperti itu terkadang membuat kita goyah untuk tetap mengucap syukur kepada Tuhan. Berdoa pun bahkan dengan suara bergetar. Terkadang, mulut pun bisa terkatup, berhenti berkata-kata dalam doa, dan bahkan tidak melanjutkan doa dengan ucapan syukur. Ya, hanya bisa meneteskan air mata dan tidak bisa berkata-kata. Malah mungkin, kita merasa Tuhan jauh dan tak terjangkau lagi dengan doa yang disampaikan.
Tapi satu hal yang kupelajari ketika melewati berbagai kondisi itu adalah Tuhan tidak pernah salah, Tuhan tidak pernah jauh atau bahkan meninggalkanku. Aku tetap belajar untuk selalu dekat dengan-Nya. Tidak pernah goyah atas segala kondisi dan situasi yang ada. Yang mengingatkanku pada seorang pengkhotbah yang mengatakan bahwa bila kita mengalami masalah, Tuhan telah siapkan paket lengkap dengan solusinya. Ya, asalkan kita bersandar penuh pada-Nya. Khawatir boleh, tapi jangan sampai membuat kita jatuh dalam dosa.
(NN)