Warta Minggu Ini
PENDAMAIAN SANG RAJA (MINGGU KRISTUS RAJA)

“…dan melalui Dialah Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di surga, sesudah Ia mengadakan pendamaian dengan darah salib Kristus.” (Kolose 1: 20)


Jika ada rentang skor 0-10, 0 untuk tidak damai dan 10 untuk damai, kira-kira…
1.Berapa skor damai yang anda berikan dalam keluarga anda?
2.Berapa skor damai yang anda berikan dalam gereja anda?
3.Berapa skor damai yang anda berikan dalam kondisi masyarakat?

Tentu skornya beragam. Menarik jika Bapak/Ibu/Saudara membagikan skor nomor 1 dengan sesama anggota keluarga atau skor nomor 2 dengan teman gereja. Di satu sisi mungkin kita tidak menilai 10 karena “orang ini” / ”kelompok itu”. Di sisi lain, kita juga bisa menjadi alasan mengapa orang lain tidak memberikan nilai 10 atau setidaknya 8 pada ketiga soal di atas. Hal ini berkaitan dengan visi GKI Kayu Putih tahun 2025-2028. Tahukah Anda visi dari GKI Kayu Putih periode tahun 2025.

Visi GKI Kayu Putih 2025-2028 adalah “Terwujudnya Damai Sejahtera dalam Keluarga, Gereja, dan Masyarakat.” Damai yang tidak hanya sebagian, tetapi seluruh bagian hidup kita. Namun mengapa kita perlu mengusahakan damai sejahtera di seluruh bagian ini? Mari kita lihat Kolose 1:20, dimana Kristus memperdamaikan segala sesuatu.

Dalam Kolose 1: 20 telah dituliskan pujian keagungan Kristus Sang Raja, bukan kaisar atau dewa-dewi Roma saat itu. Mengapa perlu menyanyikannya? Karena Kristus mendamaikan segala sesuatu. Hal tersebut dicapai bukan melalui kekerasan layaknya Roma (Pax Romana), melainkan dengan kasih dan penantian akan penggenapan janji Allah. Dalam akhir perjalanan kalender liturgi, minggu ini kita merayakan Minggu Kristus Raja. Melalui momen ini kita diingatkan lagi untuk mengenal Allah, sesuai dengan salah satu sub tema pelayanan GKI Kayu Putih. Betapa agungnya Allah kita yang telah memperdamaikan tidak hanya manusia, tetapi segala sesuatu!

Lalu apa yang sebaiknya kita renungkan dan perjuangkan? Misi GKI Kayu Putih 2025-2028 adalah “Jemaat yang Percaya kepada Allah, Menerima, Menyahabati Setiap Ciptaan, dan Mengupayakan Pembaruan Hidup.” Jikalau kita memang percaya kepada Allah, maka kita dipanggil untuk menerima dan menyahabati setiap ciptaan. Memang tidak mudah, namun itulah yang Kristus teladankan bagi kita. Sehingga hari demi hari kita mengupayakan pembaruan hidup dan saling menyemangati dalam perjalanan iman dan pendamaian semesta.

(Ricky Atmoko, S.Th.) – Banpel GKI Kayu Putih

KECEWA KEPADA TUHAN
“Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” (Lukas 7: 23) Suatu hari, saya berkesempatan berlibur ke...