Warta Minggu Ini
MEMPERHATIKAN HIDUP

“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.”

(Efesus 5: 15 – 17)

Pernahkah Anda membandingkan apa bedanya berjalan di mal dengan berjalan di medan perang? Di mal, kita bisa berjalan tenang dan santai. Sementara di medan perang, seorang tentara tentu berjalan dengan waspada, sangat hati-hati dan penuh perhitungan. Jika tidak, nyawanya terancam.

Sebagai orang beriman, kita pun sesungguhnya sedang berjalan di medan peperangan dunia. Kita tahu bahwa dunia ini telah jatuh ke dalam dosa. Setiap hari kita bagaikan berjalan di jalan yang berbahaya, tidak rata dan banyak lubang. Ancaman senantiasa mengintai. Seperti yang dikatakan rasul Petrus, lawan kita, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Karena itu, kita harus senantiasa memperhatikan kehidupan dengan saksama, melewati perjalanan hidup setiap hari seperti orang arif dan bukan orang bebal. Firman Tuhan dalam bacaan hari ini mengajarkan beberapa hal kepada kita.

Pertama, kita harus menggunakan waktu yang kita miliki dengan bijaksana. Sebagaimana keinginan pemazmur dalam Mazmur 90, meminta Tuhan mengajar kita untuk menghitung hari-hari, agak kita beroleh hati yang bijaksana. Orang yang bijaksana ditandai dengan konsep yang benar tentang waktu. Ia menyadari bahwa hidup dan waktu yang ada sepenuhnya pemberian Tuhan, sehingga waktu harus dipakai dengan bijaksana, bekerja dengan tekun, serta menyisihkan waktu untuk hal-hal yang mendekatkan diri dan memuliakan Tuhan. Saat ini, di dunia ada banyak sekali pilihan tersedia untuk menghabiskan waktu. Jangan sampai pilihan kita membuat kita justru tidak bisa memperhatikan kehidupan yang sesungguhnya.

Kedua, kita harus mengerti kehendak Tuhan. “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Inilah perbedaan cara hidup orang bijaksana dan orang bodoh. Orang bodoh hidup menurut kehendaknya sendiri, menginginkan keadaan menurut kesenangan dan egonya sendiri, tanpa melibatkan Tuhan dalam kehidupannya. Sementara orang yang bijaksana adalah orang yang mencari dan memahami kehendak Tuhan. Ia berusaha mengenal Tuhan, memahami isi hati Tuhan, dan dalam keputusan sehari-harinya, ia selalu bertanya apa yang Tuhan mau, ke mana Tuhan mau ia melangkah.

Mari kita memperhatikan bagaimana kita menjalani kehidupan kita selama ini. Berjalan dalam medan peperangan dunia, apakah kita sudah menjalaninya dengan bijaksana dan kewaspadaan? Kiranya Tuhan memberkati kita.


(Illona Farolan)

JANGAN ANDALKAN KEKUATAN SENDIRI
“Sebab, kami mau, Saudara-saudara, supaya kamu tahu tentang penderitaan yang kami alami di Asia. Beban yang ditanggungkan atas kami...