Warta Minggu Ini
MELANGKAH DENGAN KEKUATAN BARU

(SEBUAH REFLEKSI MEMASUKI USIA 55 TAHUN)

“Tetapi orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40: 31)


Seketika aku menoleh ke belakang dengan syukur, angka 55 adalah bukti kesetiaan Tuhan. Ada gunung persoalan yang berhasil dilewati dan ada lembah kekelaman yang berhasil dilalui. Bukan karena aku kuat, tapi karena tangan Tuhan yang menopang. Tuhan berjanji akan terus menggendongku sampai masa putih rambutku [Yesaya 46: 4].

Jika menatap ke depan dengan pengharapan, usia 55 sering kali dianggap sebagai masa persiapan pensiun atau “masa senja”. Namun, di mata Tuhan, tidak ada kata pensiun untuk menjadi berkat. Kiranya aku diberikan kesehatan dan semangat yang baru untuk menyelesaikan tugas-tugas mulia dalam keluarga dan pelayanan.

55 tahun perjalanan, ada banyak tawa, tidak sedikit pula air mata. Namun di atas segalanya, ada tangan Tuhan yang tidak pernah melepaskan. Aku menyadari bahwa berkat terbesar bukanlah apa yang aku miliki, melainkan siapa yang ada di sampingku – Tuhan yang setia dan orangorang terkasih. Terima kasih untuk orang tuaku yang sudah mendoakan [seperti syair lagu “di doa ibuku…, namaku disebut”] dan mendidik sehingga aku bisa ada seperti saat ini.

Puji Tuhan, aku mengucap syukur atas kasih karunia-Nya yang mengizinkan aku menginjak usia 55 tahun. Bukan sekadar perjalanan waktu, melainkan bukti nyata kesetiaan Tuhan yang terus menggendongku. Terima kasih kepada keluarga: istriku yang kukasihi, anak-anakku (Elfan) juga sahabat yang telah menjadi bagian dari perjalanan imanku. Mari terus berjalan bersama dalam kasih Tuhan.

Biarlah aku tetap segar seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, tetap berbuah bagi kemuliaan Tuhan, dan menjadi saluran damai sejahtera bagi keluarga. Aku memilih untuk tidak lagi mengejar pengakuan manusia, melainkan mengejar perkenanan Tuhan. Memilih untuk tidak lagi khawatir akan masa pensiun atau hari tua, karena aku tahu Tuhan yang memegang hari esok.

Jika ada akar pahit yang masih tersisa dari masa lalu, biarlah Tuhan cabut hingga bersih. Jika ada kekhawatiran akan kesehatan dan masa depanku, Dia juga menggantikan dengan damai sejahtera yang melampaui segala akal. Biarlah usia 55 ini menjadi awal dari musim hidupku yang paling indah bersama TUHAN.

(Piater Damanik)

FIRMAN KEBENARAN
“Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.” (Amsal 23 : 23) Seorang pemandu wisata...