Warta Minggu Ini
LA SAGRADA FAMILIA : SEBUAH KARYA YANG TAK KUNJUNG USAI

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka,…”
(Kejadian 1 : 27 – 28a)

“La Sagrada Familia.” Mungkin ini adalah sebuah karya seni arsitektur yang proses pembuatan konstruksinya terlama di sepanjang sejarah. Sebuah seni tingkat tinggi, yang pengerjaannya membutuhkan waktu hampir dua abad lamanya (1882 – sekarang). Sebuah karya seni seorang arsitek yang namanya meroket setelah dia memenangkan sebuah lomba design bangunan di Barcelona, Antoni Gaudi (1852 – 1926). Karya Antoni Gaudi banyak menghiasi setiap sudut kota Barcelona. Gaya gothic milik Gaudi ini seakan sudah menjadi ikon resmi kota Barcelona. Selain masalah dana, keterlambatan pembangunan gereja ini tidak lepas dari mendadaknya sang arsitek meninggal dunia, saat dalam proses pembangunan, karena sebuah kecelakaan dengan trem. Perjalanan panjang pembangunan gereja ini juga menghadapi berbagai krisis. Beberapa kali dihantam kerusuhan, perang dunia, bahkan perang saudara.

Meskipun dari luar “La Sagrada Familia” tampak seperti sebuah karya seni yang tak kunjung usai, ketika berkesempatan masuk ke dalam gereja tersebut, saya berdecak kagum atas setiap detail desain yang diolah dengan sangat cermat dan penuh dengan nilai estetika tinggi oleh sang arsitek, Antoni Gaudi. Kekaguman saya atas Gaudi melalui karyanya yang ingin menggambarkan perjalanan Yesus, sejak Dia lahir, mati hingga kebangkitan-Nya. Kisah yang begitu detail terlihat jelas pada setiap lekukan pahatan (sculpture) di sisi luar dinding bangunan tersebut. Yang lebih menarik tata letak maupun penerangan yang sangat natural dan terbuka (baca: tidak terpisahkan oleh jarak) di dalam bangunan gereja itu, seolah ingin mengatakan bahwa Tuhan menciptakan manusia begitu sempurna sesuai gambar Allah.

Dalam kisah penciptaan, dalam Kejadian 1 : 27 – 28a tertulis: “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan, diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka,…”. Saya mencoba memahami penciptaan manusia yang begitu indah bukan hanya saat Allah memberkati Adam dan Hawa. Saat Allah memberkati manusia, maka saya percaya Allah memberkati dan memperlengkapi masing-masing manusia dengan talenta yang berbeda-beda. Antonio Gaudi, Tuhan beri talenta untuk menceritakan kisah perjalanan hidup Yesus melalui karya-Nya yang sangat mengagumkan.

Kita pun melalui talenta dan segala kekurangan kita dapat dipakai Tuhan untuk menjadi alat-Nya. Dia menciptakan kita sempurna dan memberkatinya. Kiranya hanya kasih Kristus yang memampukan kita untuk terus mengasah dan menggali lebih dalam lagi talenta yang kita miliki; dan kita pun terus berkarya melalui talenta yang Tuhan beri. Paska sudah berlalu, namun biarlah pengorbanan Yesus di kayu salib terus berkobar di dalam hati kita masing-masing untuk terus belajar memberi yang terbaik bagi Tuhan. Dia telah menunjukkan yang terbaik lebih dulu dengan memberikan diri-Nya mati untuk menebus dosa saya dan Saudara. Selamat berkarya! Soli Deo Gloria.

(Kumalawati Abadi)

TOMAS SATU KALI, SAYA SERINGKALI!
“Kata Yesus kepadanya, “Karena engkau telah melihat Aku, engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”” (Yohanes 20:...