“Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia memelihara kamu.” (1 Petrus 5: 7)
Banyak hal dalam hidup terkadang tidak terjadi seperti yang diharapkan atau direncanakan. Hidup pun tidak pernah selalu berjalan baik-baik saja. Kita bahkan pernah mendengar seseorang berkata bahwa jika hidup terasa terlalu baik-baik saja, bisa jadi ada sesuatu yang tidak beres, sehingga kita perlu mengecek kembali apakah hubungan kita dengan Tuhan masih seintim saat kita menghadapi masalah.
Sering kali, masalah bermula dari pikiran atau yang kini sering disebut sebagai overthinking. Memiliki rencana dalam menjalani hidup tentu adalah hal yang baik, tetapi kita harus menyerahkan setiap rencana tersebut ke dalam tangan Tuhan. Kita harus menyerahkannya kepada-Nya karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada lima menit yang akan datang.
Beberapa waktu lalu, saya pun merasakan ketakutan yang membuat beban pikiran begitu berat, hingga ada banyak pergumulan yang saya rasa sudah tidak sanggup saya tanggung. Sampai akhirnya, hati kecil saya berkata untuk menyerahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan. Saya pun berdoa saat itu juga sambil menangis, menyerahkan segala beban pergumulan, serta memohon pertolongan-Nya.
Apakah masalah saya langsung selesai? Tentu saja tidak. Namun, saya memiliki sikap dalam merespons masalah yang berbeda dari sebelumnya. Saya memiliki keyakinan bahwa kuasa Tuhan sanggup memampukan saya untuk menjalani dan melewati semua masalah yang ada. Mari kita senantiasa mengingat janji-Nya yang selalu setia menopang setiap langkah kita dalam menghadapi setiap musim kehidupan.
Saya dikuatkan melalui Firman Tuhan dalam: 2 Korintus 12:9 “Namun, jawab Tuhan kepadaku, “Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua, senantiasa memberikan damai sejahtera, serta memimpin hari-hari yang kita jalani dalam kasih karunia-Nya.
(NN)