“Sebab, kami mau, Saudara-saudara, supaya kamu tahu tentang penderitaan yang kami alami di Asia. Beban yang ditanggungkan atas kami begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga mengenai hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi, hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.” (2 Korintus 1: 8-9)
Kadang saya berpikir, kok bisa ya Paulus yang dulunya penganiaya pengikut Tuhan Yesus, bisa berubah 360° jadi pengikut Kristus yang militan? Ya, semua itu terjadi karena Tuhan yang memilihnya. Dan biar nama Dia saja yang layak dipuji dan disembah melalui kehidupan Paulus yang dijalaninya.
Hidup Paulus sejak mengikut Tuhan Yesus, tidak baik-baik saja, bahkan sangat menderita. Paulus mengalami gangguan penglihatan, disebutkan di ensiklopedia Alkitab, Paulus pernah kena malaria, epilepsi, bahkan cacat tubuh yang disebabkan oleh cedera saat dia sedang melakukan pekabaran Injil, dia dicambuk dan dilempari batu. Sehingga tidak berlebihan kalau di ayat 8 dituliskan “bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati.”
Meskipun begitu Paulus tetap mengajak kita untuk tetap mengandalkan Dia, Paulus tetap percaya, Tuhan mengasihi dirinya, semua yang terjadi atas seijin dan sepengetahuan Dia. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi 4:13). Saat Paulus mengalami sakit yang tak kunjung sembuh, dia selalu mengarahkan hati dan pikirannya hanya kepada Tuhan saja. Dia menyanyi memuji Tuhan sekalipun di dalam penjara. Bahkan, ia menulis berbagai surat yang sebagian besar ditulis Paulus saat di dalam penjara.
Paulus mengajak kita untuk tidak menyerah. Namun, dengan tidak mengandalkan kekuatan sendiri, karena kita pasti tidak mampu! Allah itu sumber segala penghiburan dan kekuatan. Tuhan tidak hanya menyediakan kekuatan, tapi juga memberi solusi dan jalan keluar agar kita bisa tetap bertahan, jadi percayalah kepada-Nya. Selamat beraktivitas bersama berkat Tuhan.
(Yani Himawan)