Warta Minggu Ini
DUNIA SIBUK SEKALI, PULANG DULU YUK

“Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Maha Kudus, Allah Israel, ”Dengan berbalik kepada-Ku dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi, kamu tidak mau.” (Yesaya 30: 15)


Beberapa tahun kebelakang ini sepertinya kehidupan masyarakat indonesia dan dunia sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Banyak kejadian dan peristiwa besar yang terjadi pada negara-negara di dunia, tak terkecuali indonesia. Dari kasus pandemi covid, perang dagang AS dan China, perang Gaza dan Palestina yang tak kunjung usai, krisis sosial dan ekonomi dan masih banyak lagi.

Di Indonesia pun demikian banyak peristiwa yang mendukakan hati di tahun 2025. Mulai dari kasus korupsi, pembunuhan, konflik dan kerusuhan serta yang masih terjadi di akhir tahun ini bencana alam di sebagian wilayah Indonesia. Sepertinya tidak ada habisnya peristiwa-peristiwa kurang baik terjadi pada tahun 2025.

Sebagai orang Kristen saya pribadi pun agak miris dan bingung pada persoalan yang terjadi di negara ini. Sepertinya tak ada titik terangnya. Dunia disibukkan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi silih berganti. Sampai orang-orang yang ada di dalamnya luput pada masalah dan peristiwa yang terjadi saat ini.

Sebagai seorang Kristen, saya dan kita semua diberikan pengharapan dan cinta kasih dari Tuhan untuk tetap tekun dan berdoa dalam menghadapi situasi yang tidak baik-baik saja. Rasa syukur kita tak kalah penting dalam menghadapi situasi seperti saat ini. Saya mengajak kita semua umat Kristen untuk tetap setia dan tekun berdoa agar situasi yang terjadi pulih dan berangsur membaik.

Mari kita semua rehat sejenak dan pulang memohon kepada Tuhan agar setiap peristiwa yang terjadi dapat segera membaik. Ambil waktu untuk berdoa dan menenangkan hati di tengah situasi dunia yang super sibuk ini. Tenangkan pikiran dan berdoa meminta pertolongan dari Tuhan saja.

Pulang dan berbalik kepada Tuhan, adalah salah satu cara untuk menghargai diri kita dan memuliakan nama Tuhan. Karena kesibukan, terkadang kita sebagai manusia lupa untuk berdoa dan bersyukur atas setiap peristiwa yang terjadi, khususnya di Indonesia. Saya mengajak kita semua untuk saling mendoakan dan bersama-sama membantu orang-orang yang ada di sekitar kita dan jangan lupa bersyukur atas pemeliharaan Tuhan pada kita. Kembali pulang dan berkomunikasi secara intim dengan Tuhan adalah cara terbaik untuk menghadapi dunia yang sibuk ini.

(Rivaldi Tanuwijaya)

MELANGKAH DENGAN KEKUATAN BARU
(SEBUAH REFLEKSI MEMASUKI USIA 55 TAHUN) “Tetapi orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang terbang...