Warta Minggu Ini
CATATAN HOSPITALITAS DARI PATI

“Jangan kamu lalai memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang tanpa diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.” (Ibrani 13: 2)


Dua hari ini saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa di Bukit Gower, Pati, sekaligus melihat langsung realisasi program #MitaRunForForest. Saya berkesempatan bergabung dengan tim Muria Damai Sentosa (MDS) bersama Pdt. Paulus Hartono untuk melayani mahasiswa Goshen College, Amerika Serikat, yang sedang menjalani program kolaborasi bersama UKDW Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan kami sangat padat dan berkesan: mulai dari trekking mengeksplorasi sungai dan indahnya Goa Lowo, hingga mengejar matahari
terbenam di bukit dengan latar Gunung Muria sambil bermain layang-layang. Kami juga belajar membuat ecoprint pada pasmina menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan.

Lebih dari sekadar wisata, kami melakukan ziarah ke makam penginjil pertama di Pati untuk menyelami sejarah iman lokal, serta berdiskusi hangat mengenai budaya dan pemberdayaan masyarakat melalui koperasi. Puncaknya, kami mengikuti kirab dan slametan sebelum menanam pohon -sebuah tradisi yang meriah dan sarat makna syukur.

Namun, di atas semua keindahan alam itu, ada satu hal yang paling menyentuh hati: antusiasme dan keramahtamahan warga lokal. Cara warga menyambut para mahasiswa asing ini membuat mereka merasa benar-benar diterima seperti keluarga sendiri. Mereka pulang dengan kesan mendalam bahwa perbedaan budaya bukanlah penghalang untuk bersaudara.

Budaya keramah-tamahan ini mengingatkan saya pada pesan indah dalam  Alkitab, yakni dalam Ibrani 13:2 untuk menyambut sesama, sebab dengan menyambut orang asing, kita mungkin sedang membukakan pintu bagi berkat Tuhan yang tak terduga dalam hidup kita. Keramahtamahan yang tulus bukan sekadar etika sosial, melainkan jembatan kasih yang menyatukan hati manusia melampaui sekat-sekat perbedaan.

Melalui hospitalitas warga Pati, kita belajar bahwa menerima sesama dengan tangan terbuka adalah bentuk ibadah yang nyata. Bukit Gower di Pegunungan Kendeng bukan hanya soal keindahan alam, tapi tentang kekayaan hati manusianya.

( Pnt. Wahyu Ira Mita)

PERLAWATAN (Sepenggal Kisah Paskah)
“Sebab, ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing,...