Warta Minggu Ini
ADVEN & HARI ANTI KORUPSI SEDUNIA

“Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”  (Lukas 3 : 14b)

Setiap tanggal 9 Desember kita memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa sejak tahun 2003. Secara nasional Hari Anti Korupsi juga diperingati oleh banyak pihak, di antaranya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bukan suatu kebetulan Hari Anti Korupsi ini bertepatan dengan masa Adven setiap tahunnya. Sebagai orang Kristen yang berada di Indonesia, Hari Anti Korupsi ini menjadi perenungan bagi kita tentang Adven dan Natal. Arti dari kata korupsi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Sedangkan dalam kamus Inggris Cambridge, kata corruption memiliki arti illegal, bad, or dishonest behaviour, especially by people in positions of power. Baik dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, korupsi diartikan sebagai suatu tindakan yang menyelewengkan, tidak legal, buruk dan tidak jujur terutama hal ini dikaitkan dengan adanya kekuasaan untuk melakukan penyelewengan ini.

Kelahiran Yesus yang adalah kabar sukacita bagi seluruh umat manusia hampir rusak oleh perilaku korup raja Herodes, yang mencoba menyelewengkan berita Natal yang didengar oleh orang Majus untuk keuntungan pribadinya. Sukacita Natal yang dialami pada saat itu pun rusak oleh tindakan illegal, jahat dan tidak jujur Herodes yang memiliki kekuasaan dengan membunuh bayi lelaki yang lahir bersamaan dengan Yesus. Kisah di sepanjang Adven tahun ini juga berkaitan dengan korupsi. Teks Alkitab di Kebaktian Minggu Adven 3 berasal dari Lukas 3 : 7 – 18 tentang menyongsong Mesias. Banyak orang-orang, pemungut cukai dan prajurit bertanya pada Yohanes Pembaptis tentang cara-cara menghindari hukuman Allah. Saya tertarik dengan teks Lukas 3 : 14b yaitu “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.” Yohanes Pembaptis menekankan agar tidak melakukan tindakan korupsi dengan cara mencukupkan diri dengan apa yang kita punya. Pada masa kini, tidak jarang kita melihat bahwa korupsi justru terjadi bukan karena kemiskinan, melainkan dilakukan orang-orang yang sudah seharusnya sangat berkecukupan dengan gajinya.

Sebagai orang Kristen sudah seharusnya kita tidak tergoda untuk berperan serta dalam korupsi dengan bentuk apapun, terlebih lagi jangan pernah kita kagum kepada harta hasil tindakan korupsi. Kisah kelahiran Yesus yang sederhana dan bersahaja menjadi inspirasi tanpa henti. Kita dapat menunjukkan ungkapan syukur kita melalui rasa cukup dengan apa yang kita miliki sambil terus berbagi pada sesama kita. Rasa syukur dan berkecukupan menjadi modal kita menolak tindak korupsi di negeri ini, bahkan kita diingatkan untuk selalu menunjukan kasih dengan berbagi. Gereja dan orang Kristen terpanggil untuk menjadi duta antikorupsi dan role model (panutan) bagi masyarakat dan orang-orang di sekitar kita.
Selamat merayakan masa Adven dan Selamat Memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia!

(Yanuar Tedjawidjaja)

BAPA YANG SETIA
“Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas...