Warta Minggu Ini
KAMU ADALAH GARAM DUNIA

“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.”

Matius 5: 13


Saat berbelanja, seringkali kita lupa membeli garam. Kecuali bila benar-benar habis persediaannya. Garam sering dilupakan namun sangat dibutuhkan untuk masakan. Saat anak saya memutuskan bekerja onsite, ternyata kantornya di daerah Tomang. Awal-awal, di masa penyesuaian, seringkali keluhan keluar dari mulutnya. Misalnya, ketika dia harus menggunakan transportasi umum berganti-ganti dan memakan waktu lama.

Di suatu kesempatan, dia menggunakan angkot, dan duduk dekat pintu, mendadak supir menjalankan kendaraan, padahal anak saya belum sempat menutupnya. Seketika penumpang di sebelahnya berteriak kepada supir sekaligus mengomeli anak saya karena tidak menutup pintu. Tidak lama berselang, si supir pun mengeluarkan makian, saat ada pejalan kaki menyeberang padahal saat itu lampu merah untuk pejalan kaki. Penumpang lain pun memaki balik.

Saat sampai di kantor pun, anak saya mendengar keluhan teman-temannya sehingga anak saya makin pusing mendengarnya. Dia menceritakan kejadian hari itu seperti biasa via WhatsApp chat ke saya, ibunya. Sepertinya dia mulai menyesal karena bekerja onsite dan naik kendaraan umum yang terlalu jauh.

Saya mendengarkan keluhannya sampai selesai dan mengirimkan Matius 5: 13 kepadanya. Saya mengingatkan bahwa kita sebagai orang yang beriman kepada Kristus, harus menjadi pribadi yang sabar, lemah lembut dan bijaksana. Karakter orang kota yang dia temui mungkin keras karena tekanan kehidupan. Dia dibesarkan sebagai anak dalam lingkungan keluarga dan gereja dan mendapatkan pendidikan terbaik. Hal ini adalah sebuah keadaan yang harus disyukuri. Saatnya anugerah itu harus dipersembahkan kembali pada Tuhan agar menjadi garam kehidupan, juga lilin yang bersinar bagi sekitar dalam keadaan apapun dan dimanapun.

Tuhan Yesus saat menjadi manusia sudah memberikan banyak contoh dan teladan, bagaimana seharusnya manusia menjalani kehidupan. Dia diremehkan, dicaci dan disiksa hingga mati. Kalimat yang keluar dari mulut-Nya pun hanya doa bagi umat yang dikasihi-Nya. Tiada persembahan yang layak bagi Dia kecuali belajar untuk meneladani Dia. Tuhan pasti menolong dan memampukan kita.

Yudi Ariyanti

SEMUA SAHABAT, SAHABAT SEMUA: THE COMMITMENT IN FRIENDSHIP
“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” (Amsal 17: 17) Relasi apapun memiliki komitmen....