Warta Minggu Ini
ALL YOU CAN DO IS SHARE

“Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.”

(Matius 6:11 – TB2)


Ketika beberapa kali menghadiri sebuah resepsi pernikahan, saya seringkali menemukan piring-piring masih penuh berisi makanan, sudah diletakkan di tempat piring kotor atau teronggok di pojok-pojok ruangan. Ada beberapa yang terlihat baru dimakan sedikit saja, dan sisanya masih banyak lalu ditinggalkan begitu saja. Rasanya kok jadi saya yang merasa sayang melihat makanan terbuang. Mungkin kalau dikumpulkan bisa untuk dimakan beberapa tamu lainnya. Atau bisa jadi karena pemikiran kalau dalam sebuah resepsi dengan sistem prasmanan maka semua makanan yang tersedia di meja saji bisa diambil dan disantap, all you can eat.

Di zaman saya masih bekerja beberapa tahun lalu, ada kebiasaan bersama rekan-rekan di kantor untuk merayakan ulang tahun atau farewell party di sebuah restoran dengan sistem all you can eat. Kalau sudah bayar, bisa makan sepuasnya tapi ada klausul tambahan yaitu akan ada biaya tambahan jika makanan yang sudah diambil tidak dihabiskan. Jadi saat kami sudah bayar, ada rasa takut rugi kalau makannya cuma sedikit, tapi juga takut rugi kalau makanan tidak habis, malah bisa kena denda. Pengen makan tapi dilema.

Kadangkala menakar kata secukupnya tidak semudah mengucapkannya dalam Doa Bapa Kami. Karena keinginan mata tak selalu sama dengan kemampuan perut mencerna. Yesus mengajarkan kita meminta makanan yang secukupnya, karena Alkitab mencatat Daniel dan teman-temannya bisa hidup jauh lebih baik dan lebih sehat walau hanya dengan menu sederhana. Alkitab juga mencatat bagaimana cara hidup jemaat mula-mula yang bergiliran memecahkan roti lalu makan bersama-sama dengan gembira dan tulus hati. Prinsip jemaat mula-mula ini adalah all you can do is share.

Ketika saya membaca laporan FAO kalau setiap tahunnya ada 1,3 miliar ton makanan terbuang sia-sia, yang jumlahnya setara dengan sepertiga pangan yang dapat dikonsumsi oleh penduduk dunia (Kompas, 20 Oktober 2023), maka ajaran Yesus lewat Doa Bapa Kami tentang meminta makanan yang secukupnya adalah sebuah ajaran untuk mengingat orang lain, untuk memahami arti keseimbangan, untuk mengerti rasa cukup dan percaya berkat Tuhan selalu mencukupkan kehidupan kita.

Sailorina Herawanni

MEMBAGI BERKAT
“Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.” (Roma 15...