Warta Minggu Ini
VIRUS CORONA

“Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin.”

(Yakobus 1 : 6)

Apabila kita membaca surat Yakobus 1: 2 – 8, kita berjumpa dengan nasihat penulis yang berkaitan dengan iman dan hikmat. Penulis dengan tegas memberi nasihat kepada jemaat agar tetap sabar dan tekun apabila mereka menghadapi masalah. Secara khusus di ayat 6, penulis menegaskan peran iman dan hikmat saat masalah itu terjadi, yaitu jangan bimbang dalam iman dan dalam membuat keputusan. Apabila kita gumuli nasihat ini, rasanya tepat sekali nasihat ini berbicara dalam kondisi dunia kita yang sedang panik karena wabah virus Corona.

Kepanikan dunia kita karena wabah ini menyebar di mana-mana. Misalnya saja, gereja ikut panik. Ada gereja yang memutuskan tutup 2 minggu, dan ibadahnya via online. Ada pula yang enggan berjabat tangan karena katanya virus Corona bisa tertular lewat jabat tangan. Orang yang sedang bersin, langsung dihindari dan dicurigai terjangkit virus ini. Harga masker melonjak tajam, stock masker habis. Satu atau dua orang positif terkena virus ini, satu kampung dikarantina selama beberapa minggu. Hal yang paling tragis dari dampak kepanikan adalah di beberapa tempat terjadi sweeping terhadap warganegara Cina atau mereka yang beretnis Cina.

Saya sempat juga dilanda kepanikan. Waktu ketiga anak saya tetap berkeras memutuskan pergi ke suatu tempat yang katanya virus tersebut sudah menyebar dengan alasan karena tiket sudah terlanjur dibeli jauh-jauh hari, terus terang saya was-was juga. Sehari sebelum mereka berangkat, rasanya setiap tarikan nafas saya adalah permohonan doa keselamatan dan kesehatan untuk mereka. Sepuluh hari berlalu, akhirnya anak-anak pulang dengan selamat dan tetap sehat. Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha kasih. Mereka bercerita bahwa selama liburan mereka sangat menikmati karya Tuhan yang sungguh menakjubkan. Semua berjalan dengan baik dan lancar. Mereka mengikuti aturan dari negara terkait wabah Corona, dan tetap waspada.

Dalam menyikapi masalah wabah virus Corona, atau masalah lainnya, kita memang perlu tetap waspada dan mengikuti saran-saran menjaga stamina tubuh tetap prima. Namun hati-hati dengan kewaspadaan yang berlebihan yang menghasilkan kepanikan yang tidak perlu. Ketakutan yang berlanjut pada kekuatiran yang berlebihan. Beberapa pakar kesehatan telah memberi informasi yang baik tentang virus Corona, penyebarannya dan cara mencegahnya. Mereka menyarankan bahwa menjaga kebersihan dan stamina dengan baik, serta menjaga pola hidup yang sehat adalah hal penting untuk mencegah virus ini berkembang biak.

Biarlah kita menghadapi situasi apapun dengan iman dan hikmat. Jangan khawatir berlebihan, namun tetap dalam kewaspadaan. Percaya Tuhan berkarya dalam hidup ini. Mari kita doakan para pasien, keluarga, pemerintah, tim medis yang terus bekerja keras mengatasi dan menolong para pasien virus Corona di berbagai tempat di dunia ini.

(Yani Himawan)

SEBUAH KETAATAN
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani...