Warta Minggu Ini
GOD RECREATES THE WORLD

Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.”

(Kejadian 18: 32)

Suatu malam saat saya mau tidur, saya berdoa. Tapi saya kehabisan kata-kata; bingung mau berbicara dan minta apa lagi kepada Tuhan. Rasanya saya malu, setiap kali berdoa, saya hanya meminta dan minta terus. Saya pikir mungkin Tuhan bergumam sambil tersenyum: “Itu lagi… Itu lagi… Minta lagi… Minta lagi… Kreatif sedikit napa…” Saya tahu kalau Tuhan itu tidak pernah marah kecuali kalau saya sudah keterlaluan. Akhirnya saya hanya tunduk dan bertelut, memohon ampunan atas semua dosa dan kesalahan saya. Terus terang saya tidak bisa tidur nyenyak, terngiang chatting-an teman-teman di media sosial. Semuanya membahas tentang pandemik Covid-19. Terlintas di benak saya, inikah cara Tuhan membarui kembali dunia ini?

Kata-kata God recreates the world tiba-tiba terlintas di benak saya. Saya teringat percakapan tawar-menawar antara Abraham dan Tuhan pada waktu Sodom dan Gomora ingin dimusnahkan-Nya. Kata Abraham: “Janganlah kiranya Tuhan murka. Kalau aku berkata lagi sekali ini saja, sekiranya didapati sepuluh disana?” Firman-Nya, “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu. Membayangkan percakapan tersebut, ingin rasanya saya ikut menawar seperti Abraham, “Tuhan, sekiranya di dunia ini ada orang baik 10%….8%…5%…2%… saja?” Tapi saya tak sanggup melakukannya seperti Abraham. Saya hanya bisa memohon ampunan, kemurahan dan belas kasihan-Nya agar virus ini segera musnah di muka bumi.

Namun, saya pikir Tuhan memang sedang membarui dunia kita lagi. Kemarin status polusi di Jakarta menurun drastis. Langit menjadi biru bersih, begitu juga dengan yang terjadi di belahan dunia lain. Udara lebih bersih karena berkurangnya kendaraan yang lalu lalang. Lapisan ozon kembali menebal, es di kutub utara kembali terbentuk. Air di wilayah Venesia kembali bening karena tidak ada turis yang berkunjung ke sana. Alam ini menjadi lebih baik. Begitu juga dengan kehidupan keluarga. Ketika sekarang orang lebih banyak berada di rumah; keluarga bersekutu dan berdoa bersama; mereka menikmati makan bersama dengan masakan yang dimasak di rumah. Saya percaya ini semua adalah cara Tuhan mengembalikan keindahan alam dan keharmonisan keluarga.

Semoga saja apabila badai ini telah berlalu, semua manusia menyadari semua yang Dia perbarui di saat pandemik ini terjadi; dan menjadi alat-Nya untuk memelihara apa yang sedang dibarui-Nya. Semoga Tuhan berkenan menolong kita dan semua orang yang mengandalkan pertolongan-Nya. Kiranya Tuhan memberkati kita.

(Yani Himawan)

MENGIKUT YESUS, KEPUTUSANKU
Tetapi Yesus berkata : “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”...